Sabtu, Juni 13, 2026
Google search engine
BerandaUncategorizedLewat Lomba Bertutur, DPKD Kabupaten Serang Bentuk Karakter Anak dan Tingkatkan Minat...

Lewat Lomba Bertutur, DPKD Kabupaten Serang Bentuk Karakter Anak dan Tingkatkan Minat Baca

SERANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang menggelar Lomba Bertutur bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Serang. Kegiatan yang diikuti oleh 29 peserta ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan budaya baca di kalangan anak-anak melalui metode bercerita.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala DPKD Kabupaten Serang, Rahmat Fitriadi, ini juga merupakan wujud pelaksanaan arahan Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, serta Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas. Selain untuk memupuk minat baca, lomba ini juga bertujuan membentuk karakter anak agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang unggul.

“Melalui kegiatan bertutur ini, anak-anak kita bisa mengembangkan fungsi kognitifnya atau kecerdasan berpikir. Agar mampu bercerita dengan baik, seorang anak tentu harus memiliki banyak bekal bacaan terlebih dahulu,” ujar Rahmat saat ditemui di Aula Tb Suwandi, Kantor Pemerintah Kabupaten Serang, Rabu (29/4/2026).

Menurut Rahmat, dalam kegiatan bercerita, seorang anak juga dilatih untuk mengembangkan fungsi afektif atau kemampuan mengelola perasaan dan emosi. Sebuah cerita tidak akan terasa menarik jika tidak disampaikan dengan penghayatan yang tepat. “Selain itu, fungsi psikomotoriknya pun ikut terlatih, karena saat bercerita gerak-gerik tubuh dan ekspresi wajah pasti ikut berperan,” tambahnya.

Ia juga berharap para pemenang lomba dapat terus mengasah kemampuannya dan sekaligus menjadi penggerak bagi teman-temannya agar turut menyukai kegiatan membaca. “Yang pasti, dengan membaca kita akan memperoleh ilmu dan pengetahuan. Apa yang kita baca akan menjadi bekal berharga bagi masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rahmat menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk apresiasi bagi anak-anak yang memiliki bakat bercerita, sekaligus sarana untuk menanamkan kebiasaan membaca sejak usia dini. “Membaca dan bercerita melatih anak untuk menyampaikan informasi dengan baik kepada orang lain. Harapannya, kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter luhur,” paparnya.

Rahmat juga menyampaikan bahwa tingkat kegemaran membaca masyarakat Kabupaten Serang saat ini sudah berada dalam kategori cukup baik, namun pihaknya terus berupaya agar angkanya terus meningkat dari waktu ke waktu. “Nantinya, apabila sarana dan prasarana pendukung sudah terbangun dengan lengkap, tentu ini akan semakin mendorong semangat baca masyarakat. Kita sadari bersama bahwa literasi adalah kunci utama dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat,” katanya.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk mencapai hal tersebut, di antaranya menyediakan akses bacaan yang memadai dan menyusun tempat baca nyaman di berbagai lokasi strategis, salah satunya di kawasan Alun-alun Kramatwatu. Selain itu, layanan Perpustakaan Keliling (Pusling) juga terus dioperasikan untuk menjangkau sekolah-sekolah di berbagai pelosok wilayah.

“Langkah lain yang sedang kita upayakan adalah penambahan koleksi buku bacaan. Penambahan koleksi ini tidak hanya bersumber dari anggaran pemerintah, namun juga bisa datang dari partisipasi masyarakat luas melalui sumbangan buku maupun dukungan dari kalangan dunia usaha,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan, Entin Hartini, menambahkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan minat baca dan budaya literasi di kalangan anak-anak, serta meningkatkan rasa cinta terhadap budaya bangsa melalui karya sastra. Lomba ini juga diharapkan dapat mengangkat dan mempopulerkan kembali buku-buku cerita bernuansa budaya lokal yang sarat akan nilai-nilai kehidupan yang baik.

“Selain itu, tujuannya juga untuk membangun karakter bangsa melalui cerita kepahlawanan maupun kisah legenda daerah, menumbuhkan pemahaman mendalam bagi anak-anak terhadap makna yang terkandung dalam karya budaya, serta melahirkan bibit-bibit unggul yang bisa menjadi teladan dalam budaya gemar membaca. Dalam pelaksanaan lomba ini, kami telah menunjuk tiga orang dewan juri yang kompeten untuk melakukan penilaian,” jelas Entin. (FB)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments