SERANG – Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang menerima kunjungan Tim Penilaian Apresiasi Parasamnya Karya Kencana Tingkat Provinsi Banten, dalam rangka verifikasi dan evaluasi pelaksanaan Program Bangga Kencana di Kabupaten Serang.
Kegiatan penilaian tersebut menjadi kesempatan bagi DKBPPPA Kabupaten Serang untuk memaparkan berbagai capaian, inovasi, serta komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.
Kepala Bidang Keluarga Berencana DKBPPPA Kabupaten Serang, Iis Isnawati, mengatakan Apresiasi Parasamnya Karya Kencana 2026 merupakan bentuk penghargaan bagi pemerintah kabupaten/kota yang dinilai memiliki kinerja, komitmen, inovasi, dan capaian positif dalam pelaksanaan Program KB dan Bangga Kencana.
“Parasamnya Karya Kencana 2026 ini merupakan penghargaan yang diberikan kepada kabupaten/kota yang menunjukkan komitmen, kinerja terbaik, inovasi, serta pencapaian positif dalam penyelenggaraan Program KB dan Bangga Kencana,” ujar Iis.
Dalam proses penilaian, DKBPPPA Kabupaten Serang turut memperkenalkan sejumlah inovasi unggulan. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah SilaKIE atau Siaran Langsung Komunikasi, Informasi, dan Edukasi.
SilaKIE merupakan inovasi berbasis media sosial yang digunakan untuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat mengenai keluarga berencana, pengendalian penduduk, perlindungan perempuan dan anak, serta berbagai isu terkait pembangunan keluarga.
Menurut Iis, SilaKIE mulai diluncurkan pada 10 Februari 2020, bertepatan dengan masa awal pandemi COVID-19 di Indonesia. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya agar kegiatan komunikasi, informasi, edukasi, dan penyuluhan kepada masyarakat tetap dapat dilakukan tanpa mengharuskan adanya pertemuan secara langsung.
“Program ini pertama kali diluncurkan pada 10 Februari 2020 saat pandemi COVID-19 di Indonesia. Ini menjadi solusi agar edukasi keluarga berencana dan perlindungan anak tetap berjalan dengan aman tanpa menciptakan kerumunan fisik,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan media digital melalui SilaKIE memberikan kontribusi terhadap peningkatan jangkauan edukasi program DKBPPPA Kabupaten Serang. Hal tersebut dinilai turut mendukung capaian indikator Program Bangga Kencana.
Iis menyebutkan, angka prevalensi kontrasepsi modern atau mCPR di Kabupaten Serang telah mendekati 90 persen. Sementara itu, capaian MII berada di angka sekitar 84 persen.
“Inovasi ini memiliki peran yang sangat besar dalam mendongkrak angka mCPR dan MII. Melalui SilaKIE, penyuluhan menjadi lebih fleksibel dan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui platform digital,” ungkapnya.
Iis berharap berbagai inovasi yang telah dikembangkan DKBPPPA Kabupaten Serang dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kami berharap dapat memperoleh hasil terbaik dan menjadi daerah yang semakin unggul dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.



