Komit Tingkatkan Pembangunan SDM, Wujudkan Ikon Kabupaten Serang Bahagia
Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Serang telah selesai menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 tingkat kabupaten. Musrenbang yang digelar 2 April 2026 itu menitik beratkan pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) sebagai program prioritas.
Bapperida Kabupaten Serang di bawah kepemimpinan Devid Hermawan dan Sekretarisnya Freddy Lamhot Sinurat, sesuai arahan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakilnya Muhammad Najib Hamas terus berkomitmen meningkatkan pembangunan SDM Kabupaten Seran yang berkualitas, melalui program yang ada di organisasi perangkat daerah (OPD-OPD) terkait.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan keinginannnya untuk menciptakan SDM Kabupaten Serang yang berkualitas dan berdaya saing. “Program-program prioritas kami, bagaimana meningkatkan kualitas SDM, peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan yang lainnya,” ujar Zakiyah, belum lama ini.
Kepala Bapperida Kabupaten Serang Devid Hermawan menjelaskan, ada beberapa strategi yang telah dicanangkan oleh Pemkab Serang untuk mencapai target peningkatan kualitas SDM, peningkatan kesehatan, infrastruktur, dan yang lainnya tersebut. “Kegiatannya berupa pelatihan-pelatihan, bimtek (bimbingan teknis). Leading sektornya ada di OPD masing-masing” katanya.
Selain fokus meningkatkan pembangunan SDM yang berkualitas dan unggul, Bepperida Kabupaten Serang berkomitmen mendorong optimalisasi potensi wisata, potensi pertanian, potensi kelautan, dan sebagainya. Kemudian, mengembangkan wilayah sebagai simpul pertumbuhan ekonomi dan tempat berkumpulnya masyarakat.
“Alhamdulillah kita sudah dapat efek dari pembukaan tol Serang-Panimbang. Itu diharapkan bisa memacu pertumbuhan ekonomi dan kami akan tangkap potensi itu. Sementara ini ada empat wilayah yang berpotensi dikembangkan yaitu Anyer, Kramatwatu, Ciruas, dan di Serang timur,” paparnya.
Seperti halnya masyarakat di perkotaan, masyarakat di pedesaan juga kata Devid, membutuhkan tempat untuk bermain dan tempat olahraga sehingga hal tersebut harus diwujudkan oleh Pemerintah Kabupaten Serang. “Dalam rangka memenuhi harapan warga, ke depan kita akan membangun tempat semacam landmark yang menjadi ikon Kabupaten Serang dan menjadi kebanggaan warga,” tuturnya.
Terkait rencana tersebut, Pemkab Serang tidak akan membangun tempat baru namun merevitalisasi tempat-tempat yang sudah ada, agar lebih representatif dan lebih nyaman lagi dipakai beraktivitas. “Contoh, kalau di Anyer sudah ada mercusuar, kita pemerintah daerah mau hadir untuk mempercantik tempat tersebut,” kata Devid.
Diharapkan lima tahun ke depan, lanjut Devid, setiap wilayah di Kabupaten Serang sudah terbangun ikon-ikon Kabupaten Serang, yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi sesuai dengan potensi sumber daya alam yang ada di masing-masing wilayah tersebut.
“Sekarang masih dalam proses prencanaan, mudah-mudahan di tahun depan kita sudah bisa mulai laksanakankegiatannya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Hotman Siregar menambahkan, saat ini pihaknya sedang mencari model landmark terbaik yang akan dibangun di Kabupaten Serang, sehingga dapat menarik perhatian masyarakat dan menjadi pusat keramaian.
“Kajiannya sedang kita buat, mudah-mudahan di 2027 bisa terealisasi pembangunannya. Leading sektor pembangunannya ada di Dinas PUPR. Kalau kebutuhan anggaran berdasarkan hasil kajian nanti,” ujarnya.
Selain membuat landmark sebagai ikon Kabupaten Serang, Bapperida Kabupaten Serang juga berencana membangun pusat oleh-oleh tidak hanya di kawasan pariwisata, namun juga di tempat-tempat berkumpulnya masyarakat dan wisatawan. “Untuk anggarannya nanti dibahas oleh TAPD (tim anggaran pemerintah daerah) dan Banggar DPRD Kabupaten Serang,” paparnya.
Terkait dengan prototype atau model landmark yang akan dibangun menunggu persetujuan Bupati Serang. “Tujuan utama dari pembangunan landmark ini supaya pusat keramaian bisa tumbuh di tempat lain, tidak hanya di Anyer saja. Selama ini kan ketika terjadi libur panjang yang padat hanya Anyer-Cinangka, sementara kecamatan yang lain terlihat lengang,” tuturnya. (advertorial)


